Fase Dan Siklus Menstruasi Pada Wanita

Fase Dan Siklus Menstruasi Pada Wanita

Klinik Utama Gracia – Panjang siklus menstruasi pada wanita dihitung dari hari pertama haid. Terdapat tiga fase siklus haid pada wanita. Keempat fase menstruasi pada wanita tersebut adalah menstruasi, fase pra ovulasi dan ovulasi, dan fase pra-menstruasi.

Masalah umum yang meliputi haid berat atau menyakitkan dan sindrom pramenstruasi (PMS). Rata-rata panjang siklus haid adalah 28 hari. Namun, hal tersebut tidak menjadi patokan, karena wanita yang satu dan lainnya berbeda. Panjang siklus haid tersebut dihitung dari hari pertama haid ke hari sebelum haid berikutnya dimulai.

fase menstruasi dan siklus menstruasi pada wanita

Baca juga: Gangguan siklus menstruasi pada wanita

Fase Menstruasi dan Siklus Menstruasi Pada Wanita

Siklus menstruasi sendiri adalah perubahan yang terjadi pada tubuh wanita, khususnya pada bagian organ reproduksi. Yaitu ketika lapisan dinding rahim atau endometrium yang menebal dan luruh karena tidak adanya pembuahan sel telur. Siklus yang terjadi pada setiap wanita berbeda-beda, antara 23 sampai 35 hari. Namun rata-rata siklus adalah 28 hari.

Fase Menstruasi

Hari Pertama menstruasi merupakan hari pertama pada siklus menstruasi dan terjadi sekitar 3 sampai 7 hari. Pada fase menstruasi ini, lapisan dinding rahim luruh menjadi darah menstruasi. Banyaknya darah yang keluar selama masa menstruasi tersebut normalnya 20 – 40 ml pada tiap siklus. Rasa sakit yang terjadi pada hari-hari pertama menstruasi disebabkan oleh otot-otot rahim yang mengalami kontraksi guna mendorong dan mengeluarkan lapisan dinding rahim yang luruh menjadi darah menstruasi.

Lapisan dinding rahim yang luruh tersebut dikarenakan kadar estrogen dan progesteron mengalami penurunan. Hormon perangsang folikel mulai sedikit meningkat seiring menurunnya esterogen dan progesterogen. Peningkatan tersebut memancing berkembangnya beberapa folikel atau kantung yang berisi indung telur di dalam ovarium. Dari beberapa folikel yang berkembang tersebut, hanya terdapat satu folikel yang terus berkembang yang kemudian akan memproduksi esterogen.

Fase Pra ovulasi dan ovulasi

Pada fase ini, lapisan dinding rahim yang sempat luruh akan kembali menebal. Proses penebalan dinding rahim tersebut dipicu oleh hormon esterogen yang mulai meningkat. Masa ovulasi pada setiap wanita berbeda-beda. Hal tersebut tergantung pada tiap siklus menstruasi pada wanita.

Jika anda berencana untuk memiliki momongan, ada baiknya untuk melakukan hubungan intim pada masa praovulasi hingga ovulasi, karena pada masa ini adalah masa-masa subur pada wanita dan baik untuk sperma yang dapat bertahan kurang lebih selama tiga sampai lima hari.

Baca juga: Cara memperlancar menstruasi

Fase Pra-Menstruasi

Pada fase ini lapisan dinding rahim akan menebal. Hal tersebut dikarenakan folikel yang pecah dan mengeluarkan sel telur, membentuk korpus luteum. Korpus luteum kemudian memproduksi progesteron yang membuat lapisan dinding rahim semakin tebal.

Jika tidak terjadi pembuahan pada sel telur, maka wanita akan mulai merasakan gejala pramenstruasi seperti berubahnya emosi dan kondisi fisik, seperti nyeri pada payudara, pusing, cepat lelah, atau kembung. Namun, jika tidak terjadi pembuahan, lapisan pada dinding rahim akan luruh dan menjadi darah menstruasi.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai Fase Menstruasi dan Siklus Menstruasi Pada Wanita. Segera konsultasikan serta pergilah ke dokter untuk langkah penindakan yang lebih tepat. Konsultasi online, klik tombol dibawah ini.