Gangguan Siklus Menstruasi Pada Wanita

Gangguan Siklus Menstruasi Pada Wanita

Klinik Utama Gracia Gangguan menstuasi umumnya akan membuat wanita menjadi khawatir. Maka dari itu, wanita harus tahu hal apa saja yang menyebabkan serta hal seperti apa yang termasuk dalam gangguan siklus menstruasi pada wanita tersebut. Berikut ini ulasannya.

Umumnya, menstruasi kita kenal hanya sebatas keluarnya darah pada organ reproduksi wanita yang terjadi setiap bulannya. Namun secara medis, menstruasi atau haid tersebut diartikan sebagai kondisi wanita yang mengalami perubahan fisiologis akibat pengaruh hormon yang terjadi secara berkala.

gangguan siklus menstruasi pada wanita

Baca juga: Fase dan siklus menstruasi pada wanita

Pada umumnya siklus menstruasi terjadi sekitar 28 hari, namun tidak semua wanita memiliki siklus yang sama. Bisa saja siklus berlangsung setiap 21 hari atau 30 hari, semua itu tergantung pada kondisi hormon dari setiap wanita yang berbeda satu sama lainnya.

Menstruasi secara umum berlangsung selama 5 hari, akan tetapi ada juga beberapa wanita yang menstruasinya berlangsung 2 hari saja, atau hingga 7 hari, dan yang paling lama biasanya sampai 15 hari. Yang perlu diwaspadai adalah jika darah keluar hingga lebih dari 15 hari, karena hal itu dapat menjadi suatu indikasi adanya suatu penyakit tertentu.

Gangguan siklus menstruasi pada wanita umumnya dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti;

  • Ketidakseimbangan hormon
  • Kelainan organ reproduksi
  • Stress yang tinggi
  • Berat badan yang turun drastis
  • Obesitas dan kista

Gangguan Siklus Menstruasi Pada Wanita

1. Nyeri Haid atau Dysmenorrhea
Apa itu dysmenorrhea? Dysmenorrhea merupakan salah satu kelainan atau gangguan  yang ditandai dengan gejala rasa sakit yang luar biasa ketika sedang menstruasi. Rasa sakit tersebut termasuk pada area punggung bagian bawah, tulang panggul hingga kram perut.

Dysmenorrhea itu sendiri sering dihubungkan dengan adanya kenaikan kadar kimia alami yang terjadi di dalam tubuh pada saat ovulasi yang dapat memicu rasa sakit. Selain itu, kondisi ini juga dapat berhubungan dengan adanya kelainan pada organ reproduksi, endometriosis ataupun fibroids yang dapat menimbulkan rasa sakit pada saat menstruasi.

2. Haid Berlebih
Kondisi ini ditandai dengan volume darah haid atau menstruasi yang sangat banyak. Umumnya terjadi karena adanya ketidak seimbangan hormon atau kelainan yang terjadi pada rahim.

Jika anda mengalami menstruasi lebih dari tujuh hari dengan volume darah yang banyak, maka kemungkinan hal tersebut adalah menorrhaia atau haid berlebih yang termasuk gangguan siklus menstruasi pada wanita. Selain itu, gumpalan darah yang ada pada saat menstruasi, meskipun dianggap normal namun jika jumlahnya terlalu banyak dapat menjadi tanda heavy periods.

Kondisi menorrhagia atau haid berlebih ini dapat menyebabkan wanita lebih rentan mengalami anemia.

3. Oligomenorrhea
Periode menstuasi yang tidak dapat diprediksi mungkin masih dianggap normal jika dialami ketika masa awal tahun pertama mengalami menstruasi dan pada saat akan mengalami monopause.

4. Amenorrhea
Seorang wanita yang tidak mengalami menstruasi hingga tiga bulan, maka kemungkinan besar sedang dalam kondisi hamil. Namun, jika penyebabnya bukan karena kehamilan, maka bisa terjadi karena gejala perimonopause atau akan memasuki masa monopause.

Kondisi wanita yang tidak menstruasi juga dapat disebabkan oleh adanya tingkat stres yang tinggi, penurunan berat badan yang ekstrim, atau karena menjalani latihan yang sangat berat.

Mengingat pada masa menstruasi atau haid, volume darah yang keluar cukup banyak, maka sebaiknya perbanyak mengkonsumsi atau minum air putih, makanan yang mengandung zat besi agar terhindar dari resiko anemia selama menstruasi.

Demikan ulasan mengenai gangguan siklus menstruasi pada wanita. Jika anda memiliki pertanyaan atau keluhan seputar menstruasi ada baiknya berkonsultasi dengan dokter sesegera mungkin. Konsultasi online klik tombol dibawah ini.