Gejala Vaginitis Yang Sering Menjadi Keluhan Wanita

Gejala Vaginitis Yang Sering Menjadi Keluhan Wanita

Gejala Vaginitis Vaginitis adalah infeksi atau inflamasi yang terjadi pada vagina. Pada kondisi ini umumnya disertai dengan indikasi yang meliputi munculnya keputihan atau perubahan warna, jumlah keputihan yang kamu alami, bau, iritasi atau rasa gatal pada vagina, rasa sakit saat melakukan hubungan seksual dan saat sedang buang air kecil, serta munculnya flek atau pendarahan ringan.

gejala vaginitis

Baca Juga: Gejala polip rahim

Penyebab dari vaginitis dapat bermacam-macam, yaitu infeksi bakteri, virus, jamur, gangguan keseimbangan hormon, bahkan alergi. Penyebab vaginitis yang berbeda-beda menyebabkan gejala pada vaginitis dan pengobatan yang diperlukan berbeda-beda pula. Berikut ini adalah vaginitis yang sering ditemukan, yaitu;

  • vaginosis bakterialis
  • trikomoniasis
  • kandidiasis vulvavagina
  • vaginitis atrofi

Gejala Vaginitis

1. Vaginitis bakterialis

Gejala pada vaginitis yang ditemukan dapat bermacam-macam yaitu;

  • Tidak ada gejala vaginiti, pada lima puluh persen penderita yang didiagnosis dengan penyakit ini tidak merasakan gejala apapun. Pada pemeriksaan dari sekret atau cairan vagina secara mikroskopis menunjukkan gejala apapun.
  • Bau amis yang tidak sedap. Ini merupakan gejala  tersering yang dikeluhkan penderita. Bau amis makin terasa pada saat setelah berhubungan seksual dan saat menstruasi.
  • Cairan atau sekret vagina berwarna keabu-abuan. Sekret vagina yang normal berwarna bening hingga putih. Perubahan warna pada sekret dari vagina dapat menjadi salah satu penanda terjadinya peradangan pada vagina.
  • Kadang dapat ditemukan gatal pada kemaluan. Keluhan ini jarang ditemukan.
  • Tidak ada rasa nyer dan kemeraha pada kemaluan.

2. Trikomoniasis
Gejala vaginitis yang dapat ditemukan pada trikomoniasis adalah

  • tidak ada gejala
  • bau busuk yang tidak sedap
  • cairan vagina yang berbusa dan berwarna kuning hingga kehijauan
  • dapat disertai dengan iritasi atau kemerahan pada kemaluan
  • nyeri saat berhubungan intim
  • rasa nyeri saat buang air kecil

3. Kandidiasis Vulvavagina
Gejala pada vaginitis yang dapat ditemukan pada Kandidiasis vulvavagina adalah

  • Gatal pada kemaluan sehingga dapat ditemukan bekas-bekas garukan. Kadang bekas garukan tersebut hingga menyebabkan luka pada kulit.
  • kemerahan pada kemaluan
  • cairan berwarna putih dan kental
  • sensasi rasa terbakar atau perih pada kemaluan
  • rasa nyeri saat buang air kecil dan pada saat berhubungan seksual

Baca juga: Sistitis adalah

Vaginitis Atrofi
Gejala pada vaginitis yang dapat ditemukan pada vaginitis atrofi adalah

  • biasanya banyak keluhan pada saat monopause
  • iritasi dan kemerahan pada kemaluan
  • vagina kering dan rasa nyeri pada saat berhubungan
  •  cairan vagina dapat berwarna kuning dan kehijauan

gejala vaginitisVaginitis memang tidak berakibat fatal. Meski demikian, gejala  yang dibiarkan dapat menyebabkan komplikasi-komplikasi tertentu, misalnya lebih rentan terinfeksi penyakit menular seksual seperti klamidia dan HIV. Bagi pengidap yang sedang hamil, vaginitis akibat trikomoniasis dan vaginosis bakteri diduga dapat memicu kelahiran prematur dan bayi yang lahir berisiko memiliki berat badan yang tidak memadai.

Demikianlah gejala gejala vaginitis yang dapat terjadi pada wanita. Ada baiknya untuk menjaga kebersihan serta kesehatan tubuh serta alat reproduksi kita. Tak lupa untuk konsultasikan keluhan yang terjadi kepada dokter.