Penyebab Keputihan Berwarna Coklat

Penyebab Keputihan Berwarna Coklat

Seperti kita ketahui bahwa keputihan merupakan masalah kewanitaan yang sering dialami oleh para wanita. Keputihan merupakan hal yang wajar untuk dialami oleh perempuan pada segala usia, namun artinya dapat berbeda jika keputihan yang terjadi disertai dengan warna tertentu. Keputihan berwarna coklat bisa menjadi pertanda kondisi tubuh tertentu.

keputihan berwarna coklat

Dalam bahasa medis, keputihan disebut dengan leukorea. Keputihan terjadi bukan hanya karena penyakit namun merupakan hal yang normal terjadi pada wanita. Keputihan merupakan usaha yang dilakukan tubuh untuk menjaga agar vagina tetap bersih dan menjaga lingkungan pada area tersebut agar tetap sehat.

 

Baca Juga: Keputihan Bercampur Darah

 

Penyebab Keputihan Berwarna Coklat

Warna lendir pada keputihan adalah tanda anda sedang bermasalah pada bagian tertentu di alat reproduksi anda. Keputihan berwarna coklat dapat disebabkan adanya faktor berikut :

 

 

keputihan berwarna coklat

 

Kehamilan Awal
Cairan kecoklatan yang dihasilkan dari vagina anda mungkin saja merupakan tanda awal kehamilan anda. Segera lakukan tes kehamilan untuk memastikanny.

 

 

keputihan berwarna coklat

Polip rahim
Keputihan berwarna coklat juga dapat disebabkan oleh polip rahim. Tidak hanya keputihan, gejala-gejala lain seperti pendarahan setelah melakukan aktivitas seksual atau keluarnya banyak darah saat menstruasi juga bisa muncul jika anda mengalami polip rahim.

 

 

keputihan berwarna coklat

 

Atrofi vaginitis
Kondisi ini terjadi karena kerkurangan hormon estrogen. Pada atrofi vaginitis, vagina memgalami peradangan terjadi akibat rusaknya jaringan otot dan produksi cairan lubrikasi yang menurun. Rasa sakit pada saat melakukan hubungan intim, vagina terasa kering, perih, dan mengeluarkan keputihan berwarna coklat. Selain berwarna coklat, keputihan yang Anda alami juga dapat berwarna kuning dan memiliki bau yang tidak enak.

 

 

 

keputihan berwarna coklat

 

Menopouse
Periode haid yang tidak teratur menjelang menopause merupakan hal biasa. Selain itu para wanita yang akan menjelang menopouse mengalami pendarahan ringan atau bercak kecoklatan dikenal dengan istilah atropi yang terjadi karena pembuluh darah melemah dan secara spontan di dalam rahim yang menimbulkan bercak kecoklatan.

 

 

keputihan berwarna coklat

Periode Haid
Jika anda mengalami keputihan berwarna coklat setelah haid itu merupakan hal yang biasa untu membersihkan dan meluruhkan darah haid. Umumnya cairan nya berwarna coklat tua dan tidak menimbulkan gejala gatal,tidak berbau.

 

 

keputihan berwarna coklat

Penyakit menular seksual
Keputihan berwarna coklat juga dapat menjadi tanda penyakit menular seksual, seperti gonore, kutil kelamin, klamidia, dan trikomoniasis. Terus perhatikan gejala lain yang menyertai keputihan Anda seperti rasa perih, gatal, bau, dan ruam.

 

 

keputihan berwarna coklat

Penyakit inflamasi panggul
Sakit pada perut bagian bawah dapat disebabkan oleh inflamasi panggul, rasa sakit saat berhubungan seksual, dan masalah infertilitas. Bagian tuba falopi, serviks, atau lapisan rahim akan mengalami infeksi. Periksalah ke dokter kandungan untuk mendapatkan pengobatan tepat.

 

 

keputihan berwarna coklat

Kanker serviks
Keputihan berwarna coklat tua dapat menjadi tanda adanya penyakit kanker serviks. Perhatikan tanda-tanda lainnya, turunnya berat badan secara drastis, kurang nafsu makan, rasa lelah yang berlebihan, dan sakit pada bagian pinggul.

 

 

Baca Juga:  Penyebab Keputihan Berwarna Kuning Kental

 

Perhatikan tanda-tanda lain yang dirasakan, jika anda mengalami keputihan warna coklat secara terus menerus. Periksa ke dokter jika anda merasakan gatal, sakit pada bagian vagina, vagina membengkak, keputihan berbau tidak enak, dan sakit pada saat berhubungan intim.

 

Masalah daerah kewanitaan dapat membuat para wanita merasa khawatir, seperti keputihan yang disertai bau tidak enak atau gejala lainnya. Keputihan berwarna coklat sebenarnya merupakan hal yang wajar, namun jika Anda merasa terganggu, segera konsultasikan hal ini kepada dokter. Klik di bawah sini untuk konsultasi.